Lagi-lagi Gen Z: Ini 5 Alasan Gaya Hidup Quite Ambition

Siap Itu Gen Z dan Kenapa Pola Pikirnya Berbeda?
Gen Z adalah generasi yang lahir di rentang pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh bersama internet, media sosial, dan perubahan dunia yang sangat cepat. Berbeda dari generasi sebelumnya, gen Z tidak hanya mengejar karier mapan, tetapi juga stabilitas mental dan finansial sejak usia muda. Mereka terbiasa dengan arus informasi yang deras dan terbuka pada berbagai peluang baru, termasuk dalam hal mengelola uang.
Lingkungan yang penuh ketidakpastian, mulai dari krisis ekonomi global hingga perubahan pola kerja pasca pandemi, membentuk gen Z menjadi generasi yang lebih waspada terhadap masa depan. Alih-alih sekadar mengikuti jalur konvensional seperti bekerja puluhan tahun di satu perusahaan, mereka lebih memilih fleksibilitas dan kontrol atas hidupnya. Hal ini memengaruhi keputusan finansial yang mereka ambil, termasuk cara menabung dan berinvestasi.
Gen Z juga dikenal lebih kritis terhadap konsep “kerja keras tanpa batas” yang dulu diagungkan. Mereka mempertanyakan apakah gaji tinggi selalu sebanding dengan kualitas hidup. Dari sinilah muncul pergeseran pola pikir yang kemudian melahirkan tren gaya hidup quite ambition, yaitu ambisi yang tetap ada tetapi tidak mengorbankan keseimbangan hidup.
Dalam konteks keuangan, perbedaan ini terlihat jelas pada cara gen Z menabung. Mereka tidak sekadar menyisihkan uang di akhir bulan, tetapi lebih strategis dan sadar tujuan. Menabung bukan lagi aktivitas sisa, melainkan bagian dari perencanaan hidup yang terstruktur.
Gaya Hidup Quite Ambition
Gaya hidup quite ambition adalah respons gen Z terhadap tekanan budaya hustle yang terlalu ekstrem. Jika dulu ambisi identik dengan kerja lembur, kompetisi ketat, dan target tanpa henti, kini gen Z mendefinisikan ulang arti sukses. Bagi mereka, sukses bukan hanya tentang jabatan atau angka gaji, melainkan juga tentang kesehatan mental, waktu luang, dan kebebasan finansial.
Konsep ini bukan berarti gen Z tidak punya ambisi. Sebaliknya, mereka tetap ingin berkembang, tetapi dengan cara yang lebih terukur dan berkelanjutan. Mereka memilih pekerjaan yang memberi ruang hidup, bukan sekadar status. Mereka juga cenderung membangun side hustle atau proyek pribadi yang sesuai passion, tanpa harus terjebak dalam tekanan sosial.
Menariknya, gaya hidup quite ambition berpengaruh langsung pada kebiasaan finansial. Gen Z cenderung menghindari gaya hidup konsumtif yang berlebihan demi gengsi. Mereka lebih selektif dalam belanja, lebih sadar akan nilai uang, dan lebih cepat belajar tentang pentingnya dana darurat serta investasi.
Keseimbangan ini membuat cara gen z menabung menjadi lebih rasional. Mereka sadar bahwa keamanan finansial adalah fondasi untuk bisa hidup dengan tenang. Tanpa tabungan yang cukup, ambisi seimbang hanya akan menjadi konsep tanpa eksekusi.
Ternyata, Cara Gen Z Menabung Lebih Cerdas dan Fleksibel
Jika kamu berpikir gen Z boros karena hobi nongkrong dan belanja online, kenyataannya tidak sesederhana itu. Banyak survei menunjukkan bahwa gen Z justru mulai menabung lebih awal dibanding generasi sebelumnya. Akses terhadap konten edukasi keuangan di media sosial membuat mereka lebih cepat terpapar literasi finansial.
Cara gen z menabung pun cukup unik. Mereka memanfaatkan fitur auto debit, aplikasi budgeting, dan rekening khusus untuk memisahkan dana sesuai tujuan. Alih-alih menabung tanpa arah, mereka membagi tabungan menjadi beberapa pos seperti dana darurat, traveling, gadget, hingga investasi jangka panjang.
Selain itu, gen Z cenderung memilih produk keuangan yang transparan dan minim biaya tersembunyi. Mereka tidak segan membandingkan bunga, biaya admin, dan fleksibilitas penarikan dana sebelum memutuskan membuka rekening. Kemudahan akses lewat aplikasi menjadi faktor penting, karena generasi ini sangat mengutamakan kepraktisan.
Fleksibilitas juga menjadi kunci. Gen Z tidak suka dana yang terkunci terlalu lama tanpa alasan jelas. Mereka ingin tetap punya kontrol penuh atas uangnya, tetapi tetap mendapatkan imbal hasil yang optimal. Di sinilah terlihat bahwa mereka tidak hanya menabung, tetapi juga mengoptimalkan setiap rupiah.
5 Alasan Gen Z Lebih Peduli Keamanan Finansial Sejak Dini
Pertama, gen Z tumbuh di era informasi terbuka sehingga lebih cepat memahami risiko finansial. Mereka melihat langsung bagaimana krisis dapat memengaruhi stabilitas keluarga dan pekerjaan. Kesadaran ini membuat mereka tidak ingin mengulang kesalahan generasi sebelumnya yang terlalu bergantung pada satu sumber penghasilan.
Kedua, biaya hidup yang semakin meningkat memaksa gen Z berpikir realistis. Harga properti, pendidikan, dan kebutuhan dasar terus naik, sementara persaingan kerja makin ketat. Tanpa perencanaan matang, sulit bagi mereka mencapai kemandirian finansial.
Ketiga, tren gaya hidup quite ambition mendorong mereka memiliki dana cadangan agar bisa mengambil keputusan berani, seperti pindah kerja atau memulai usaha. Tabungan menjadi alat kebebasan, bukan sekadar simpanan pasif. Dengan dana yang cukup, mereka tidak mudah terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai nilai hidupnya.
Keempat, gen Z lebih terbuka terhadap konsep financial freedom. Mereka belajar tentang investasi, compound interest, dan pentingnya memulai lebih awal. Kesadaran ini membuat aktivitas menabung terasa lebih bermakna karena dikaitkan dengan tujuan jangka panjang.
Kelima, teknologi finansial mempermudah proses menabung dan memantau perkembangan dana. Dengan satu aplikasi, mereka bisa melihat saldo, bunga, hingga riwayat transaksi secara real time. Transparansi ini meningkatkan rasa percaya dan mendorong konsistensi dalam menabung.
Bagaimana Gen Z Menyusun Strategi Keuangan yang Realistis
Strategi finansial gen Z biasanya dimulai dari pengaturan cash flow yang disiplin. Mereka memahami bahwa menabung bukan tentang nominal besar, melainkan konsistensi. Bahkan dengan penghasilan terbatas, mereka tetap menyisihkan sebagian dana di awal, bukan menunggu sisa di akhir bulan.
Selanjutnya, mereka menetapkan tujuan spesifik agar motivasi tetap terjaga. Tujuan tersebut bisa berupa dana darurat enam bulan pengeluaran, biaya traveling tahunan, atau target investasi tertentu. Dengan tujuan yang jelas, proses menabung terasa lebih terarah dan tidak membosankan.
Gen Z juga cenderung memanfaatkan instrumen dengan bunga lebih tinggi dibanding tabungan konvensional. Mereka sadar bahwa menyimpan uang di tempat yang kurang optimal berarti kehilangan potensi pertumbuhan. Oleh karena itu, pemilihan produk keuangan menjadi bagian penting dalam strategi mereka.
Terakhir, mereka rutin mengevaluasi kondisi keuangan. Jika ada kenaikan penghasilan, persentase tabungan pun ikut dinaikkan. Pendekatan adaptif ini membuat keuangan tetap relevan dengan perubahan gaya hidup dan kebutuhan.
Saatnya Gen Z Naik Level dengan FINETIKS VIP Save
Melihat pola pikir gen Z yang semakin sadar finansial, memilih produk tabungan yang tepat menjadi langkah krusial. FINETIKS menghadirkan VIP Save bekerja sama dengan Bank Victoria sebagai solusi tabungan modern yang sesuai dengan karakter generasi ini. Produk ini menawarkan keuntungan lebih tinggi dibanding tabungan bank biasa, dengan bunga hingga 5,25% per tahun.
Tidak hanya itu, FINETIKS VIP Save juga bebas biaya admin, memiliki kuota gratis transfer, serta dana yang tidak dikunci sehingga tetap fleksibel saat dibutuhkan. Tambahan perlindungan berupa asuransi jiwa hingga Rp5 Miliar memberikan rasa aman ekstra, terutama bagi kamu yang ingin merencanakan masa depan dengan lebih matang.
Bagi gen Z yang menjalani gaya hidup quite ambition, produk seperti ini relevan karena menggabungkan imbal hasil optimal dan fleksibilitas. Kamu tetap bisa mengembangkan dana tanpa kehilangan kontrol atas uang sendiri. Inilah bentuk strategi finansial yang seimbang antara ambisi dan keamanan.
Jika kamu ingin mulai menerapkan cara gen z menabung yang lebih cerdas dan terstruktur, sekarang saatnya ambil langkah nyata. Download aplikasi FINETIKS dan rasakan pengalaman menabung yang lebih menguntungkan, transparan, dan sesuai dengan gaya hidup generasi masa kini.
Artikel Terkait






