Cek 7 Fakta Saham Luar Negeri Sebelum Beli

Investasi kini bukan lagi soal pilihan instrumen di dalam negeri saja. Akses digital yang semakin mudah membuat kamu bisa membeli saham luar negeri hanya dari genggaman tangan. Mulai dari perusahaan teknologi raksasa hingga brand global yang produknya kamu pakai sehari-hari, semuanya kini terbuka untuk investor Indonesia.
Namun sebelum tergiur dengan potensi keuntungan besar, ada banyak hal yang perlu kamu pahami. Saham luar negeri memang menawarkan peluang diversifikasi dan eksposur ke ekonomi global, tetapi juga memiliki risiko tersendiri seperti fluktuasi nilai tukar dan regulasi berbeda. Tanpa pemahaman yang matang, keputusan investasi bisa berubah menjadi beban finansial.
Artikel ini akan membongkar fakta penting seputar saham luar negeri, termasuk cara beli saham luar negeri dan apa yang perlu diperhatikan ketika membeli saham luar negeri. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih rasional, bukan sekadar ikut tren.
Apa Itu Saham Luar Negeri dan Kenapa Banyak Dilirik?
Saham luar negeri adalah saham perusahaan yang tercatat dan diperdagangkan di bursa efek luar Indonesia, seperti di Amerika Serikat, Eropa, atau Asia lainnya. Contohnya, saham yang terdaftar di New York Stock Exchange atau NASDAQ.
Minat terhadap saham luar negeri meningkat karena banyak perusahaan global memiliki fundamental kuat dan skala bisnis mendunia. Brand seperti Apple Inc., Tesla Inc., hingga Microsoft Corporation menjadi incaran investor karena performa bisnis dan inovasinya yang konsisten.
Selain itu, berinvestasi di pasar global memungkinkan kamu melakukan diversifikasi lintas negara. Ketika pasar domestik melemah, bukan tidak mungkin pasar negara lain justru sedang bertumbuh. Inilah yang membuat saham luar negeri sering dianggap sebagai strategi untuk menyebar risiko.
Namun perlu dipahami, potensi keuntungan tinggi biasanya sejalan dengan volatilitas yang juga lebih besar. Pasar global sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi geopolitik, hingga sentimen ekonomi dunia.
7 Cara Beli Saham Luar Negeri yang Perlu Kamu Tahu
Cara beli saham luar negeri kini jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Kamu tidak perlu lagi membuka rekening di luar negeri secara langsung karena sudah banyak platform sekuritas yang menyediakan akses ke pasar global.
Langkah pertama adalah memilih broker atau sekuritas yang menyediakan akses internasional dan terdaftar resmi di Indonesia. Pastikan platform tersebut memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan agar keamanan dana dan transaksi lebih terjamin.
Selanjutnya, kamu perlu membuka rekening efek dan rekening dana nasabah. Prosesnya umumnya dilakukan secara online dengan verifikasi data diri. Setelah akun aktif, kamu bisa melakukan deposit dana, biasanya dalam mata uang rupiah yang kemudian dikonversi ke dolar AS atau mata uang negara tujuan investasi.
Setelah dana tersedia, kamu bisa mulai memilih saham yang ingin dibeli. Gunakan fitur analisis yang tersedia di platform untuk melihat laporan keuangan, pergerakan harga, serta kapitalisasi pasar. Jangan hanya membeli karena nama besar, tetapi pahami model bisnis dan prospek jangka panjangnya.
Terakhir, lakukan pembelian sesuai strategi yang sudah kamu tentukan. Kamu bisa membeli dalam bentuk saham utuh atau fractional shares tergantung kebijakan broker. Dengan sistem ini, bahkan investor dengan modal terbatas tetap bisa memiliki sebagian saham perusahaan global.
Apa yang Perlu Diperhatikan Ketika Membeli Saham Luar Negeri?
Pertanyaan paling krusial sebelum mulai adalah: apa yang perlu diperhatikan ketika membeli saham luar negeri? Jawabannya tidak sesederhana memilih perusahaan populer.
Pertama, risiko nilai tukar. Karena transaksi umumnya menggunakan dolar AS, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar bisa memengaruhi hasil investasi kamu. Jika rupiah melemah saat kamu menjual saham, keuntungan bisa bertambah. Namun sebaliknya, jika rupiah menguat, potensi profit bisa tergerus.
Kedua, regulasi dan pajak. Setiap negara memiliki aturan pajak dividen dan capital gain yang berbeda. Kamu perlu memahami skema pajak yang berlaku agar tidak kaget saat menerima potongan hasil investasi.
Ketiga, jam perdagangan dan perbedaan waktu. Bursa saham Amerika misalnya, beroperasi malam hari waktu Indonesia. Artinya, kamu perlu menyesuaikan strategi dan tidak terpancing melakukan transaksi impulsif hanya karena melihat fluktuasi harga di luar jam produktifmu.
Keempat, kondisi makroekonomi global. Kebijakan suku bunga bank sentral seperti The Federal Reserve di Amerika Serikat sangat berpengaruh terhadap pasar saham global. Ketika suku bunga naik, saham-saham teknologi sering kali mengalami tekanan.
Kelima, likuiditas dan biaya transaksi. Perhatikan fee pembelian, penjualan, serta biaya konversi mata uang. Biaya kecil yang terjadi berulang bisa berdampak signifikan dalam jangka panjang.
Strategi Cerdas Agar Investasi Saham Luar Negeri Lebih Aman
Investasi yang sehat selalu dimulai dari perencanaan yang matang. Jangan pernah menggunakan dana darurat atau dana kebutuhan jangka pendek untuk membeli saham luar negeri. Instrumen ini lebih cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang.
Kamu juga perlu menentukan profil risiko sejak awal. Jika kamu termasuk tipe konservatif, pilih perusahaan dengan fundamental kuat dan stabil. Hindari saham dengan volatilitas ekstrem meskipun potensi cuannya terlihat menggiurkan.
Diversifikasi tetap menjadi kunci. Jangan menaruh seluruh dana di satu sektor atau satu negara saja. Kombinasikan saham teknologi, kesehatan, konsumer, atau sektor lain agar portofolio lebih seimbang.
Gunakan strategi pembelian bertahap atau dollar cost averaging. Dengan cara ini, kamu tidak perlu menebak waktu terbaik masuk pasar. Kamu membeli secara rutin dalam jumlah yang konsisten sehingga risiko salah timing bisa diminimalkan.
Yang tak kalah penting, evaluasi portofolio secara berkala. Setidaknya setiap tiga atau enam bulan sekali, tinjau kembali kinerja saham yang kamu miliki dan sesuaikan dengan kondisi pasar terbaru.
Ternyata, Modal Aman Adalah Pondasi Investasi Global
Banyak orang terlalu fokus pada potensi cuan saham luar negeri, tetapi lupa membangun pondasi keuangan yang kuat. Padahal sebelum berinvestasi di instrumen berisiko, kamu perlu memastikan dana aman, likuid, dan tetap bertumbuh.
Di sinilah pentingnya memiliki tabungan dengan imbal hasil kompetitif seperti FINETIKS VIP Save hasil kerja sama dengan Bank Victoria. Produk ini menawarkan bunga hingga 5,25 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan tabungan bank biasa.
Selain itu, tidak ada biaya admin, tersedia kuota gratis transfer, dana tidak dikunci sehingga bisa ditarik kapan saja, serta perlindungan asuransi jiwa hingga Rp5 miliar. Dengan fitur ini, kamu bisa menempatkan dana darurat atau dana persiapan investasi dengan lebih optimal.
Sebelum kamu melangkah lebih jauh ke saham luar negeri, pastikan cash flow dan dana cadanganmu sudah aman. Download aplikasi FINETIKS sekarang dan mulai atur strategi keuanganmu dengan lebih cerdas, agar langkah investasi globalmu benar-benar siap dan terencana.
Artikel Terkait






